APA KAMU TAHU? OH, SUDAH TAHU? YA SUDAH

Apa kamu tahu? Saat masjid al-Aqsha berada di genggaman tentara salib, mereka banyak melakukan penistaan; masjid dikotori dan dijadikan kandang babi, dipasang di dalamnya salib-salib besar, bahkan 90 tahun adzan tidak pernah terdengar berkumandang. Seperti kota mati, tidak tampak padanya tanda-tanda kehidupan spiritual dan syiar-syiar islam.

Ah, sepertinya kamu sudah tahu. Baiklah~

27 Rajab 583 H menjadi sebuah titik balik, padanya terdapat memori bahagia kaum muslimin sedunia. Di hari yang diberkahi tersebut, Salahuddin al-Ayyubi berhasil merebut kembali al-aqsha, memuliakannya dengan sepenuh hati dan segenap jiwa.

Di hari itu, masjid al-Aqsha disterilkan dari babi, salib, dan berbagai benda kotor lainnya. Lalu dibasuh dengan air suci, lalu kembali dibasuh dengan air mawar, lalu lagi dan lagi dibasuh dengan air campuran parfum misk. Adzanpun kembali berkumandang di kota suci ketiga, kiblat pertama kita semua.

4 Sya’ban 583 H, salat jum’at pertama setelah 90 tahun masa suram berlalu. Semua orang bahagia; tua, muda, lelaki, wanita, dengan senyuman manis tersungging di wajah mereka; wajah-wajah penuh kerinduan yang pada akhirnya, rindu-rindu mereka menemukan tempat berpulang.

Rindu, memang hanya menuntut temu, bukan?

Semoga rindumu dan rinduku mendapat giliran pulang. Karena rindu seperti dendam, perlu dibayar tuntas, bukan?

Meski terkadang rindu juga perlu jeda untuk menyempurnakan masanya, seperti kerinduan mimbar pada mihrabnya yang perlu waktu 20 tahun agar mereka dapat bersua.

Ya, mimbar yang digunakan pada salat jum’at ketika itu adalah mimbar yang dibuat oleh Nuruddin Zanky, panutan dan role modenya Salahuddin al-ayyubi dalam perjuangan ini. Optimisme dan tekad yang kuat membuat ia yakin mampu membebaskan Al-Aqsha, dan memboyong sendiri mimbar ini bersama haru birunya euforia kemenangan. Mimbar itu dibuat 20 tahun sebelum baitul maqdis dibebaskan.

Proyek pembebasan al-aqsha oleh salahuddin adalah tongkat estapet yang beliau teruskan dari Nuruddin Zanky, yang juga mewarisinya ini dari ayahanda tercinta; ‘Imaduddin Zanky. Lihatlah, proyek ini merupakan napas panjang perjuangan umat islam lintas generasi.

Di sepanjang masa 90 tahun ini banyak orang yang datang dan pergi, lahir dan mati, para pemimpin berganti, tapi hanya orang-orang yang dirahmati Allah yang mengambil peran dan bagian dalam jalan panjang perjuangan ini.

Tidak masalah jika langkah kita tidak sampai di puncak kemenangan, tapi tak pernah melangkah dalam sebuah perjuanganlah yang patut selalu kita khawatirkan.

Semoga Allah senantiasa menuntun langkah kecil kaki-kaki kita, sehingga senantiasa teguh, meski terseok dan tertatih dalam perjuangan ini.

“Tasyabbahū in lam takūnū mistlahum fainnat-tasyabbuha bil-kirāmi falāh. Serupailah, jika tak mampu menjadi seperti mereka. Karena menyerupai orang-orang mulia adalah kemenangan.”

2 Replies to “APA KAMU TAHU? OH, SUDAH TAHU? YA SUDAH”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s